DOR!

Aku

Di antara lahar Krakatau dan peluru

.

 

Dor!

Satu, pertama

Menembus

Pundak

 .

 

Dor!

Leher

.

 

Dor!

Mulut

.

 

Dor!

Dada

.

 

Dor!

Perut

.

 

Dor!

Jari Kaki

.

 

Dor!

Kepala

.

 

Dor!

Terakhir

Jantung

.

Dor!

Pikiran

Dan

Rasa

Ini pasti terakhir

 

.

 

Aku tidak mati

Membeku

Pada kemarau

Mengkristal

Pada semi

Mengembun

Pada dingin

.

 

Aku dilempar

Kepada 1884

Kepada merah

Kepada guntur

Kepada pekat

Dan tsunami

.

 

 

Aku modernisasi

Dari rencong

Terapang

Golok

Keris

Bara sangihe

Sampai belati

Oleh sniper

.

 

 

Untuk padat

Untuk Melebur

Untuk menyublim

Untuk mengembun

Untuk cair

O, Krakatau

Dor!

The last high…

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s