Hitungan 40

Baru terkumpul 40 undangan. Huh, lain kali tidak usah pesan kartu undangan di sana. Di tempat lain 40 kartu cukup diselesaikan tidak lebih dari 1 jam. Tapi Kamu membantah, bahwa kartu yang dipesan berbeda karena dibuat dari tangan dan ada aksesorisnya. Yang berupa simbol shio kelahiran kita berdua dan koleksi kesayangan kita berdua. Hah? Bukankah kamu tahu aku tidak suka memelihara barang-barang bekas? Lemari pakaianku hanya terisi baju-baju yang usianya tidak lebih dari 6 bulan. Setiap DVD yang aku telah tonton selalu kuberikan pada orang lain atau kubuang. Aku tidak punya koleksi buku, pajangan, album foto, perangko, boneka, sepatu, lukisan, apalagi barang pemberian kenangan. 

Kamu mematahkan ucapanku lagi, “kamu punya 40 lagu dalam playlist yang kamu susun saat kuliah. Sampai sekarang, setiap harinya kamu tidak lalai mendengarkannya.”

Ah, ya, kamu benar. 40 lagu tersebut selalu berputar-putar di kepalaku. Ke mana arah pikiranku, lagu-lagu itu menyerap energi sampai nutrisi di dalam tubuhku. Anehnya, kamu malah mengajak nikah wanita yang barangkali dalam hitungan 40 menit akan menjadi debu. Raib dari angan-anganmu di ulang tahunmu yang ke-40.

Aku yang sengaja kau ciptakan yang menyempil di antara wanita-wanita purba penghancur realita. Namamu Musa, tapi beda takdir dan nasib dengan Musa yang terkenal di dalam Al Quran. 40 bisikan mengerayangimu, membawa kamu masuk ke kamar suci dengan ranjang yang juga suci. Merayu 40 wanita dan menelanjangi mereka tanpa batas. Mereka semua punya suami kecuali aku. Mereka pernah nyata dan beberapa masih nyata tapi aku tidak. Kamu suka naga, maka kamu memberikan shio itu buatku. Koleksi? Mengapa tidak realistis?

~~**~~

Setelah 40 menit

Ia baru saja tersadar, usia 40 hanya bicara naskah-naskah yang tak terselesaikan. Hampir seluruhnya bercerita bagaimana “aku”. Sisanya kisah-kisah yang tidak penting sama sekali. 40 Tulisan, satu per satu lenyap. 40 menit kemudian, seluruh tulisan itu benar-benar tiada. Kemudian  benang kusut mengenapkan angkanya: 40 benang semrawut.

Suatu hari ia menonton sebuah film yang jika ditarik pesannya adalah “Kembali ke masa kecil”.

Ia jadi teringat pernah membuat kolom-kolom yang terbagi menjadi:

  • Hal yang paling menyenangkan sepanjang hidup dan alasannya
  • Hal yang sering membuatmu marah dan alasannya
  • Hal berkesan pada masa kecil dan alasannya

Sebenarnya ada 10 kolom, tapi bagian ketiga dari kolom di atas itu ialah salah satu kunci dari masa depan.

Menit-menit selanjutnya yang tak lagi 40, satu per satu hadir, lalu ia marah, benci, dendam, dan menangis.

 40 Ribu Untuk Zindagi

Ketika Zindagi ditanya siapa teman terdekatmu? Dia menjawab 40 nama tanpa jeda. Lawan bicaranya bertanya kembali, Zindagi menjawab serupa.

Siapa yang paling istimewa?

Semua istimewa.

Siapa yang paling unik?

Semuanya unik.

Siapa yang sering mengucapkan selamat pagi?

Semuanya.

Siapa yang paling sering ke rumah?

Kamu

Ok, ini kubayar hutang kemarin pagi 40 ribu Rupiah

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s