Dunia Er

“Dunia Er,” dia ucapkan dengan riangnya di hadapanku, ketika mimpi siang tak sengaja kentut.

Badut ini memang punya kebiasaan yang sulit dihapuskan dari perjalanan kehidupannya.

 Badut satunya lagi suka merebut ponsel pintarku yang sebenarnya bodoh. Dan aku membalasnya dengan pura-pura menangis.

Badut ketiga, tubuhnya lebih kurus dan seksi dibanding kedua badut itu. Badut yang satu ini mengenakan hijab dan sering mengajak orang, “Tahajud, yuk.”

Sungguh sayang melewatkan mereka di Taman Er dekat rumahku. Setiap harinya, mereka bertiga menghibur anak-anak dan dewasa di taman yang baru saja diresmikan oleh Walikota yang baru menjabat di kotaku. Kaum remaja tidak suka dengan kelucuan atau hiburan ketiga badut tersebut. Mereka lebih senang duduk di bawah pohon sambil bicarakan hal remeh atau berpacaran dan mencuri kesempatan mencium bibir pacarnya. Tidak ada yang istimewa dari kumpulan anak SMA di taman ini. Kecuali, dia yang dua kali tidak naik kelas, dan tetap berada di kelas 10. Wajahnya tidak tampan, tapi sering membawa novel karya Mira W. Gila pada zaman seperti ini, ada anak muda seusianya yang mengenal penulis novel yang jaya di tahun 1980-an.

Aku tahu Mira W karena ibuku mengoleksi novel-novelnya. Aku tidak pernah tertarik membaca novel-novel tersebut. Aku lebih senang melihat Ibu saat merias wajah pengantin. Menyaksikan ekpresi wajah pengantin itu yang puas melihat hasil lukisan Ibuku, ada kebahagiaan yang muncul. Kalau Ibuku tidak usah ditanya, sebab tujuannya merias untuk membuat dirinya dan orang lain bahagia. Suatu hari aku harus menjadi seperti Ibuku, pelukis wajah, seorang seniman yang tangannya ajaib.

Tapi Ibuku lebih senang jalan-jalan ke satu daerah ke daerah lainnya. Dia hanya punya satu atau dua hari bersamaku, di kota kelahirannya, Bogor.

Suatu hari perempuan yang mukanya penuh jerawat datang menemui Ibu di rumah. Dia ingin drias oleh Ibu saat pernikahannya nanti. Yang akan dilaksanakan di Taman Er. Tentu dia ingin wajahnya ketika pernikahan nanti bersih dari jerawat dan menjadi cantik.

Saat ditanya mengapa di Taman Er dan memangnya mendapatkan ijin dari bapak Walikota?

“Karena setiap hari saya bekerja di sana dan berjumpa dengan calon saya juga di sana. Bapak Walikota sangat antusias mendengar kami ingin menikah di sana,” Begitu jawabnya.

“O, kamu jualan makanan di sana?” tanya Ibu.

“Bukan, saya adalah badut dengan kostum hijab.”

*~*

Timbul pertanyaan, mengapa anak muda dengan novel Mira W-nya jadi sering berkunjung ke rumah dan menemui Ibuku. Mungkin mereka punya kesamaan. Tidak jarang aku melihat mereka bercakap tentang Mira W. Huh, apa hebatnya penulis itu?..Lagi pula apa enaknya membaca buku  yang bisa jadi membosankan. Atau malah seru? Aku lebih senang nonton film.

Tapi karena penasaran, aku membacanya..

Anehnya yang aku baca bukan Mira W, tapi “Selamat Tinggal Jeanette” yang ditulis Titi Said. Aku temukan di atas bantal Ibuku.

Dan baru kali ini aku membaca buku sampai selesai. Aku lupa Mira W. Untuknya akan kubaca nanti saja, mungkin satu tahun lagi. Ah, ini terlalu lama. Bagaimana jika esok hari di Taman Er? Eh, jangan di sana, di kamarku saja. O, tidak. kamarku  berantakan penuh mainan. Di teras rumah? Ya di teras saja. Saat teman-temanku bermain games dengan gadgetnya, seperti aku membaca buku Titi Said. Berada di antara keramaian mereka. Yang tanpa sadarku,  aku berada di masa lalu yang entah milik siapa.

*~*

Jeanette nama gadis kecil itu. Berambut pirang dan peranakan Tasik dan Prancis. Kali pertama mengunjungi Indonesia dihitung sejak merayakan usianya yang satu tahun  di kota kelahiran, Tasikmalaya. Setelah perayaan ulang tahun yang sederhana, keluarganya pindah ke Jakarta, hanya untuk 1 minggu, selanjutnya terbang ke Nice.

*berlanjut

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s