fairy-tale2

Magdalena

Basuki berhasil melukis Magdalena. Yang bugil mencapai orgasme paling bahagia. Tanpa disentuh. (Tahun tidak disebutkan).

~*~

Magdalena dan Mayang duduk di kedai kopi di kawasan Pondok Indah. Tertawa dengan gadget masing-masing.

1998. Setelah tembakan terjadi..

….Aku foto-foto bersama para tentara yang lelah duduk di atas aspal. Tapi tetap memegang senjatanya…

Aku main judi ditantang para alumni universitas nomor satu di Indonesia. Mereka kalah. Aku menang. Lalu, aku pergi meninggalkan mereka sambil mengucapkan, “Terima Kasih, Ya.”

…….Hahaha……

…Mana si kampret itu?…

Jangan-jangan masih tidur lagi

Mayang nyaris histeris,”Njrittt… Gue kiraiin elu apa. Ngagetin aja, luh!”

“Ckckck..perempuan-perempuan zaman sekarang, duduk berhadap-hadapan, tapi bicara pake mesengger segala. Bukan main!” Dhani masih menggelengkan kepalanya.

“Karena itu alat komunikasi paling ‘canggih’,” ujar Magdalena santai di awal tahun 2013..

“Canggih” yang menautkan hatiku kepada pribadi yang terpisah.

~*~

Ini cerita tentang puluhan tahun lalu. Antara tahun 2015-2016.

Magdalena baru saja tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. O, berarti itu tahun 2016. Terminal itu baru saja dibuka untuk publik. Dan, aku melihat Magdalena bercakap-cakap dengan 2 pramugari. Tidak, itu bukan Magdalena, hanya mirip. Sebab, tahun 2015, Magdalena terbang melakukan perjalanan dari Terminal 2. Sekitar 2 jam kemudian, aku menonton televisi, pesawat yang membawa Magdalena dan lainnya menghilang. Bukan tenggelam. Bukan tertabrak. Bukan meledak. Tapi menghilang…

Ini cerita tentang saat ini. Entah tahun berapa.

Aku melihat hantu. Aku ketakutan. Tapi aku penasaran. Aku dekati dia. Aku rabah wajahnya. Aku sentuh tangannya. Aku tatap matanya. Magdalena tidak berubah. Masih muda, putih mulus, cantik, dan hangat pandangan matanya. Sedangkan aku telah keriput, rentah, beruban, dan ompong.

“Ini aku, Magdalena. Aku kembali, Padi. Kamu tak percaya ini aku?”

“LIhat aku menari Jaipong. Lihat gerakan tubuhku, Padi.”

Nafasku sesak. Dia Magdalena. Tapi tidak itu tidak mungkin! Magdalena telah dinyatakan menghilang. Puluhan tahun tidak ada yang menemukan bongkahan maupun serpihan pesawat itu. Juga jasad para penumpangnya.

~*~

Dust to dust

Aku debu dari hasratmu

Terbang

Di atas rumahmu

Aku memang tidak bisa menulis puisi. Setiap hari aku paksa. Dan setiap harinya itu hatiku kosong. 2005 sampai 2016, aku numb!

~*~

(November di tahun berapa saja). Aku lebih suka Affandi daripada Basuki. Sebalnya, Affandi tidak pernah memintaku untuk dilukis. Selalu saja Basuki.

November, pada tanggal yang tak perlu ditulis. Aku masuk ke ruang yang selalu menjadi tempat untuk  Affandi melukis. Ada 5 lukisan berdiri yang masih ditutup kain putih. Aku buka satu per satu. Satu satu satu satu satu yang semuanya aku. Abstrak!

November pada menit-menit berikutnya. Aku hanyalah wajah. Tak ada tangan, kaki, pinggang, paha, apalagi jari-jari kaki. Aku terpasung di 5 kanvas.

Affandi lebih kejam daripada Basuki!

~*~

Aku kucing kesayangan. Diberi nama Magdalena oleh tuanku, penulis yang sering pingsan saat bertemu kamu…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s