nevercontent dot net

Pintu 113

Kuperintahkan pada semut semut di sana
Menceritakan ‘layar layar’ yang kau buka sesungguhnya
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan

Bukan Seperti Hujan Bulan Juni milik Sapardi
Kan diubah bulan Juni ini
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Karena nyaris tak mengenal rindu
Pow!
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Tidur di bawah bulan bulat
Depan pintu 113
Aku lupa dunia
Nyenyak sekali
Sepertinya
Senyuman indah itu berada di sampingku
Meniduriku
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
14 tahun lalu
Sawah. Pegunungan. Sungai. Laut.
Menyambung benangnya ke masa sekarang
Selalu ada yang terkait!
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Pengulangan -pengulangan yang meriah
Mari angkat gelas gelas setinggi tingginya
Malam yang bahagia
Malam malam yang terus berulang
Malam milik kami yang kebanyakan dewi
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
SImbol ITu
Nyaris  tak dikenalinya
Namun gelombang gelombang pemancar itu
Membuatnya tersenyum senyum
Mungkin dia sudah gila
Kekenyangan
Tapi masih terus lapar
BIngung, KAn?
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Angka angka di dalam dus berubah menjadi kata kata yang  terus turun ke bumi
jumlahnya  tak terhingga
Dan tiap mata tiap mata yang memandangannya mengalami keasyikan jatuh cinta
Itu magnetnya
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
2 jam lalu.
pintu 113.
menggelar kasur terempuk sedunia.
Hallelujah
sementara.
lelaki lelaki dan satu lelaki itu.
Sedang mentransfer palka
Hallelujah
Puluhan menit menit yang sialan sialan
Yang jangan sampai diketahui
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Aku bermimpi tentang pesawat hilang
Kejadian itu membuatku ketakutan luar biasa
Setiap aku duduk di dalam pesawat
Yang aku tahu pasti tujuannya
Tapi bagaimana jika tujuan itu menjadi
Sesuatu yang pernah aku tuliskan
Sesuatu yang ngeri kuselesaikan
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Molekul-molekul di udara bertabrakan
Kencang sekali
Menjarah keterbatasan
dan jarak yang suka diperumit
molekulkekencanganmenjarahkertabatasan
Semut semut itu berbisik di meja bermainku
“Peristiwa. Hari yang lalu lalu. Pengulangan”
“Dia tahu. Kamu tahu. Banyak orang tahu”
Ibaratnya
Sebuah buku tidak akan meledak
Bila penulisnya belum mengalami kepahitan tragis
atau
Merasakan jatuh cinta setengah mati
atau
Mendapatkan keduanya dengan urutan
Terserah mana yang mulai di urutan pertama
“Itu hanya ibarat,” bisik semut semut yang juga nakal.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s