Melindungi Anak dari Penculikan

Anna Surti
Anna Surti Anani, S.Psi.

Penculikan anak telah menjadi isu yang mengkhawatirkan beberapa tahun ini. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyampaikan rata-rata 100 kasus penculikan terjadi pada setiap tahunnya. Dari tahun 2010 – 2014 terdapat 472 kasus, dan dari awal tahun 2015 sampai saat ini telah ada 40 kasus terjadi. Siapa yang tidak resah terhadap penculikan anak? Hal inilah yang membuat Anna Surti Anani, Psi. Psikolog dan Keluarga, pada tanggal 3 September 2015, Conclive co-working space, Jalan Wijaya, Kebayoran, membagikan tips melindungi anak dari orang asing.

Menurutnya (berdasarkan riset/analisa kasus), sebagian besar penculikan dilakukan oleh orang yang dekat dengan keluarga/orangtua, bahkan keluarga sendiri dan suami/istri yang tidak mendapatkan hak asuh. Selain itu, orang yang diadopsi secara legal oleh keluarga, orang yang terlibat perdagangan anak, kejahatan seksual, ekonomi, dan gangguan jiwa.

Tips pertama

  1. Amankan anak ketika pergi bersama
  • Perhatikan kondisi lingkungan – tempat yang dikunjungi. Orangtua perlu tahu di mana tempat yang disukai anak, apakah tempat bermain, kedai minuman, atau tempat lainnya. Dalam hal ini, ajaklah anak bermain dengan memberikan pertanyaan, misal di mana satpam/security dapat ditemukan. Tujuannya agar anak bisa berbicara kepada satpam bila terjadi sesuatu yang dikehendaki, contoh hilang dari pantauan orangtua atau kesasar.
  • Sepakati tempat bertemu atau katakan tempat orangtua akan menunggu bila anak kesasar atau hilang dari ‘lingkaran’ orangtua.
  • Ingatkan 5 langkah besar. Jika orangtua lepas dari pandangannya, usahakan 5 langkah dari pijakan, si anak sudah harus tahu apa yang akan dilakukannya.
  • Terus mengawasi anak bila berpergian bersama, tidak hanya orangtua, tapi juga orang lain/keluarga yang ikut bepergian.

Hal-hal yang mesti dilakukan orangtua sebelum bepergian bersama:

  • Pakaikan anak baju yang unik. Hingga mudah dikenali.
  • Seminim mungkin memakai perhiasan.
  • Masukan kartu nama di bagian saku baju anak atau tulisakan nama dan nomor yang bisa dihubungi di kerah baju atau bagian yang kira-kira mudah bagi anak menjangkaunya. Agar orang asing tidak mudah mengakali anak dengan pura-pura mengenal orangtua.
  • Foto bersama anak sebelum pergi. Bila terjadi sesuatu, orangtua bisa menunjukan kepada siapapun ciri, pakaian, wajah, dan situasi si anak.

Ajarkan anak (balita) kepada siapa boleh berbicara:

  • Guru
  • Ibu bawa anak
  • Satpam

2. Jika anak hilang – hal yang perlu dilakukan orangtua

  • Panggil keras-keras nama si anak
  • Segera cari staf toko atau satpam dan ceritakan situasinya
  • Tunjukkan foto anak
  • Jelaskan identitas anak (nama, ciri, baju yang dikenakan)
  • Bila orangtua juga pergi dengan anak lain, pegang/gendong anak tersebut

Tips kedua

Ajak anak untuk waspada terhadap orang lain

  • Orang yang membuat anak sakit
  • Orang yang terlalu akrab, padahal tidak terlalu kenal
  • Orang yang berusaha keras mengajak anak berdua saja/menghindari keramaian
  • Orang yang menyentuh bagian privat anak
  • orang yang Mabok atau pura-pura mabok
  • Orang yang memegang senjata, misal pisau atau pistol, dan padahal bukan polisi

Tips Ketiga

Ajarkan anak cara menolak

Anak perlu menolak dan ucapkan terimakasih bila dikasih seseorang permen/coklat & biasakan cerita ke ibunya mengenai hal ini. Anak mesti distimulasi pikirannya agar bisa/percaya diri berbicara dengan org lain. Tapi ajarkan anak cara menolak

  1. Jika diajak pergi dari tempatnya tanpa orangtua
  • Ucapkan “tidak” dengan sopan
  • Ucapkan ingin pamit dulu ke orangtua

2. Jika ada yang ingin memeluk/meraba tubuhnya

  • Tangkal dengan tangan atau kaki
  • Teriak “tolong” sambil lari

3. Jika dipaksa

  • Lari ke tempat ramai sambil berteriak “tolong”

4. Jika orang tersebut mengajak untuk mencari binatang atau menawarkan hewan peliharaan

  • Katakan sudah punya hewan peliharaan
  • Katakan minta ijin dari orangtua dahulu

5. Ajak anak ramah terhadap masyarakat (Masyarakat ramah anak)

  • Cara berdayakan kenalan orangtua :

– Kenali orang-orang di sekitar/dekat kepada anak

– Ajak anak menegur tetangga/satpam

  • Buat lingkungan aman

– Ajak anak sesekali berkumpul dengan orang-orang sekitar (komplek, orangtua, sekolah, guru, RT/RW)

– SOP  bila terjadi ada anak yang hilang

* Tidak ada yang boleh keluar tanpa bertanya satpam

* Gerbang ditutup

* Mobil yang keluar harus dibuka kacanya

Berikutnya tips jika ada anak hilang di sekitar kita

  • Kenali wajahnya
  • Perhatikan ciri khasnya
  • Tatap matanya dengan ramah sampaikan kita akan membantu
  • Tanya nomor telepon orangtua atau orang yang dirasa nyaman untuk ditelepon – biasanya anak suka mendapatkan abuse.
  • Bantu dia menelpon
Hal-hal yang mampu diajarkan kepada anak terkait usia
Usia yang mampu diajarkan kepada anak untuk melindungi diri

Sumber tulisan : http://news.liputan6.com/read/2276575/ada-100-kasus-penculikan-anak-di-indonesia-tiap-tahun

Sumber foto    : Pribadi dan dari presentasi Anna Surti Anani

2 thoughts on “Melindungi Anak dari Penculikan

  1. Halo, kak, terima kasih atas informasinya. Hal sepenting ini harus selalu disosialisasikan kepada siapapun, agar kita sama-sama bisa tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah penculikan, atau jika telah terjadi kasusnya. Mimin sangat mendukung usaha kakak untuk mendiseminasikan info ini. Tetap berbagi ya kak, Salam Apresiana🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s