Tentang Buku Cerita Buat Para Kekasih

cover-cerita-buat-para-kekasih-c-r

“Apa yang kau bayangkan setiap kali melihat perempuan berkuteks merah?” suatu malam kau bertanya. Aku merasa itu pertanyaan pancingan. Karena itu aku hanya diam, meski sebenarnya ingin sekali menceritakan ini padamu…” – Perempuan Berkuteks Merah, hal.236.

Buku yang penuh paparan cantik dengan untaian diksi indah dan tokoh wanita jelita, bisa jadi  sang penulisnya sering bertemu wanita-wanita cantik dan kehidupannya ramai berwarna. Kehidupan seorang Agus Noor tidak bisa dipungkiri kerap dikelilingi wanita cantik dan mempunyai pengalaman sejibun yang bisa dikatakan “Tidak Biasa”. Keberuntungan tersebut, dimanfaatkan oleh Agus Noor untuk dituliskannya ke dalam suatu karya yang indah. Tidak heran buku terbarunya,” Cerita Buat Para Kekasih,” dipadati tulisan-tulisan elok. Rasanya nama Agus Noor tidak perlu disangsikan lagi kualitasnya.

Yang menarik dari buku Cerita Buat Para Kekasih ini tidak hanya ada bentuk tulisan cerpen 5000 kata ke atas, namun pembaca akan menemukan cerita mini hanya 1 halaman saja. Penulis mungkin sedang bereksplorisasi bukunya agar berbeda dengan buku-buku karya orang lain. Bisa jadi, penulis hanya membiarkan ide-idenya – yang tidak sempat diteruskan – sengaja terlampir ke dalam buku terbarunya. Ini hanya dugaan saja. Toh, buku terbarunya ini telah berhasil memikat mata, bahkan kita tidak akan puas bila belum membaca bukunya sampai habis dalam satu waktu. Karena harus diakui, manusia lapar oleh kejutan, dan di buku Cerita Buat Para Kekasih, pembaca akan dihadiahi kejutan-kejutan ciamik dalam setiap fiksinya.

Kumpulan fiksi Cerita Buat Para Kekasih dikemas Agus Noor cukup menarik. Terasa benar Suatu kumpulan cerita yang diceritakan kepada para kekasihnya – cerita dalam cerita. Sebelum bercerita. penulis lebih dahulu menceritakan situasi antara si pencerita dan kekasihnya. Sebagian cerita, ada yang mempunyai benang merah dengan si pencerita dan si kekasih, yang menandakan si pencerita menceritakan kisah mereka sendiri. Sebagian lagi  terdiri lucutan-lucutan kisah singkat yang menawan. Beberapa cerita juga diberikan pengantar kalimat-kalimat yang terkoneksi dengan kisah yang akan diceritakan.

Mengenai prosa. Agus Noor, penulis yang sering melibatkan kalimat-kalimat dengan diksi-diksi puitis. Namun pemilihan kata yang dipilihnya cukup segar, mengelitik, lugas, lincah, dan cantik, sehingga tidak terkesan seperti membaca  puisi. Untuk membaurkan kalimat puisi ke dalam prosa agar menjadi karya yang sedap dibaca dan tidak membosankan, merupakan suatu pekerjaan tidak mudah dan memerlukan ketangkasan serta taktik jitu. Rasa-rasa dan pandangan yang dimilikinya terhadap sekitar dan peritiwa begitu mudah ditangkap olehnya. Dan dengan lihainya, Agus Noor mengaplikasikan ke bentuk tulisan.

Cerpen “Hari Baik Untuk Penipu” merupakan salah satu cerita menarik, terbungkus satire (parodi) dan kehidupan yang biasa terjadi di masyarakat. Pembaca akan terus mengikuti alur cerita sampai di akhir cerita menemukan kejutan luar biasa yang membuat wajah tersenyum meriah. Meriah, sebabnya Pembaca akan teringat oleh sosok sederhana, istimewa, dan banyak dipuja – di suatu hari saat perayaan kemenangan itu tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Tulisan muslihat mengenai kisah si tipu daya yang berhasil menipu  pembaca secara mengesankan.

Fiksi berjudul “Akuarium” mengkisahkan seorang lelaki yang menyimpan mayat istrinya di dalam akuarium rumahnya. Tentang seorang yang hidup dalam kenangan. Menyedihkan? Menurut fiksi ini, tidak ada cinta yang tidak menyedihkan. Sebegitukah cinta hingga banyak penulis – yang tidak hanya terkait fiksi ini – menceritakan melulu cinta dengan rupa-rupa kesedihannya. Awalnya, kisah ini sempat di ruang  tren berfiksi ala suram dan sedih. Namun selanjutnya, pembaca akan mengetahui betapa mengenaskan sebuah kalimat “Ijinkan kami membawa pergi semua barangmu, Tuan…”, dapat mengubah kehidupan seseorang pria yang mencintai istrinya. Prasangka tren cecintaan yang suram langsung lenyap karena permainan kata dan gaya bercerita sang penulis yang keren.

Penulis menganggap setiap malam, dirinya menjelma kunang-kunang. Pembaca dipastikan menemukan 3 cerita tentang kunang-kunang dalam buku kumpulan fiksinya ini. 3 fiksi kunang-kunang yang berbeda jalan ceritanya.

Seorang Wanita dan Jus Mangga, Ulat Bulu dan Syekh Daun Jati, Teka-teki Tiga Terdawa, dan banyak lagi kumpulan fiksi lain yang lezat dibaca- ada 32 cerita fiksi – tentu dengan gaya bercerita Agus Noor yang mengasyikkan. 32 kisah fiksi (bisa jadi ada cerita yang diambil dari kisah nyata) buat para kekasih, dan tampilan-tampilan foto/gambar Agus Noor dan seorang wanita seksi, membuat buku Cerita Buat Para Kekasih semakin semarak menuturkan cerita-ceritanya kepada para kekasihnya.

“Suatu malam kau bertanya, ‘Kenapa terpesona pada mata yang buta?’ Aku pun menceritakan ini untukmu” – Agus Noor, Kutipan di halaman 73.

Judul Buku      : Cerita Buat Para Kekasih

Penulis            : Agus Noor

Editor              : Mirna Yulistianti

Foto & Layout    : adimodel

Copy editor       : Rabiatul Adawiyah

Desainer Cover : Suprianto

Setter              : Fitri Yuniar & Nur Wulan

Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

ISBN               : 978-602-03-0898-2

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s