Memoar “Melampaui Mimpi”

melampaui mimpi

” Di titik terendah, seseorang tak punya pilihan lain, kecuali berjuang untuk menanjak ke atas. Memperbaiki hidupnya sendiri,”Ginan Koesmayadi,

Adalah salah satu  petikan  dari sebuah buku  memoar seorang bocah yang masa kecilnya dilingkari rasa takut terhadap ayahnya. Ketakutannya itu , kerap membuat dia bermain di luar rumah. Bermain dengan siapa pun yang ditemuinya. Meski, dia tidak berani membantah perkataan ayahnya dan sering diomeli karena pulang telat, dia tetap melakukan aksi tersebut. Bermain di luar rumah dengan tujuan menghindari dari Ayahnya yang cukup keras dan sering memarahinya.

Bocah dalam buku bertajuk “Melampaui Mimpi” ialah  Ginan Koesmayadi. Di buku ini bisa dikatakan proses metamorfosa seorang Ginan yang membagi kisah perjalanannya semenjak dia kanak-kanak, remaja, dan tumbuh menjadi lelaki dewasa. Secara alur halus, Ginan bercerita, perilaku “lari” dari rumah, juga dilakukannya saat remaja. Selain itu, Ginan termasuk anak yang bisa dikatakan tertutup, pemalu, pendiam, tidak percaya diri dan suka tidak nyaman terhadap lingkungan di sekolah. Ginan tahu betul kekurangannya tersebut, tidak heran ketika ditawari teman SMP/SMU menggunakan obat-obatan jenis Benzodiazepine, dia tidak menolaknya. Temannya mengatakan bahwa obat-obatan tersebut bisa membuat Ginan lebih dihargai, percaya diri dan tampil berani. Dan Ginan memang membuktikan kedahsyatan obat-obatan tersebut. Kemudian, dari penggunaan obat-obatan, berlanjut mengkonsumsi napza jenis heroin.

Semakin sering Ginan mengkonsumsi Heroin yang disuntik, dia semakin ketagihan. Sampai Ginan pun tidak bisa mengontrol kecanduannya. Hubungan dengan sang ayah turut berantakan. Kehidupannya  kian tidak terkontrol, bahkan Ginan melakukan aksi kriminal untuk memenuhi kecanduannya itu. Karena Ginan sering sharing mengunakan jarum suntik dengan teman-temannya, dia terjangkit  virus HIV. Hal ini sempat membuat dirinya patah dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Ginan juga sempat mendapatkan diskriminasi dari keluarganya.

Dari bagian kisah inilah, cerita kehidupan Ginan makin menjadi-jadi, menarik dan ‘menonjok’. Bagaimana dia mengatasi sifat pemalunya tanpa zat-zat terlarang. Bagaimana hubungan bersama ayahnya menjadi baik. Bagaimana terus berjalan di atas bongkah perih. Bagaimana keringat dapat menyebar pesan. Pembaca akan disuguhi binar-binar kisah tanpa merasa sedang digurui.

Rasanya, orang-orang banyak tidak tahu bagaimana perjuangannya di masa lalu hingga kini –   dikenal orang banyak – bahkan pernah diwawancara oleh Andy F. Noya, Host Kick Andy serta muncul di kanal Sosok, Koran Kompas, . Kebanyakan dari kita memang tidak mengetahui perjalanan terdahulu kisah orang-orang penuh inspirasi, sukses, tokoh, sebelum membaca riwayat mereka. Kita tidak tahu apa yang dialami ketika mereka terseok-seok, terkapar, dicela, mendapatkan stigma dan diskriminasi, dihina, dan banyak hal lainnya. Kita tidak tahu tumpukan-tumpukan perasaan dan pergolakan mereka saat  berjalan dari titik nol.  Mereka benar-benar merangkak dari ketidakberdayaan. Cara mereka menerima situasi,  kondisi dan pandangan orang lain terhadap diri mereka. Cara belajar mencintai hidup dan manusia. Cara mereka berpasrah. Cara mereka berjalan ke atas langkah demi langkah. Semua cara mereka jalani dengan gaya dan jalan mereka masing-masing. Begitu pula yang tertutur dalam buku Melampaui Mimpi.

Buku memoar ini ditulis oleh Ginan Koesmayadi dan Sundae. Dua perpaduan penulis  yang menghasilkan kumpulan titik-titik inspirasi. Sering, masyarakat umum tidak begitu suka dan bosan membaca buku terkait pecandu narkoba atau penyakit HIV/AIDS, namun buku ini, pembaca akan habis membacanya dari awal sampai akhir kisah. Pembaca akan terus membaca cerita yang mengalir dari seorang Ginan. Barangkali, buku Melampaui Mimpi tersirat maksud dan tujuan agar membuka mata masyarakat mengenai orang yang memiliki penyakit adiksi. Ginan yang suka me-label-kan dirinya “calon almarhum”, mungkin berharap kehadiran buku memoarnya mampu mengikis stigma terhadap HIV/AIDS dan juga membuktikan bahwa orang-orang seperti Ginan dapat mencetak prestasi serta menggapai mimpinya. Dan hal tersebut telah dibuktikan oleh Ginan. Bisa jadi kemunculan buku ini hendak membuktikan bahwa pecandu atau ODHA (orang dengan HIV/AIDS) bisa hidup bermasyarakat dengan tidak melulu membuat masalah. Tampaknya Ginan juga ingin menyadarkan bahwa semua orang akan mati, tidak hanya pecandu, tidak hanya ODHA, dan tidak hanya dirinya.

Buku Melampaui Mimpi menyajikan kutipan-kutipan pada akhir bab atau ceritanya.  Petikan-petikan indah yang lahir dari jiwa dan pemikiran serta pengalaman Ginan Koesmayadi. Ginan yang merupakan salah satu pendiri tempat rehablitasi Rumah Cemara, Bandung,  berhasil membawa nama Indonesia di tingkat dunia melalui sepak bola. Saat ini, Ginan dan dulur-dulur-nya di Rumah Cemara sedang membangkitkan dan menyebarkan semangat olahraga di bidang Boxing, sekaligus kampanye berselimut “Indonesia tanpa stigma”.

Ginan yang terus maju meraih impiannya. Ginan yang terus mencoba menjadi sahaja dan hangat. Ginan yang penuh inspirasi. Ginan yang tidak pernah mengenal lelah dan kalah. Ginan yang berjalan di hari ini untuk hari-hari mendatang. Maju Terus dan Keep Mamprangg, Ginan!

Saya menegakkan punggung. Beban-beban yang saya bawa tak boleh melumpuhkan saya. Ada banyak hal yang tak dapat saya lihat di depan sana, tetapi mata hati selalu dapat melihat segalanya dengan keyakinan dan intuisi.Ginan Koesmayadi. Terakhir, saya hanya bisa bilang, setiap kata, setiap rasa, setiap peristiwa, setiap kebersamaan dengan seseorang atau kelompok adalah suatu ilmu dan pengetahuan bagi manusia, termasuk saya.
”Hidup memang tidak mudah, tetapi berbagai dimensi rasa yang diberikannya membuat kita yang bersedia menerimanya menjadi kaya,”Ginan KoesmayadiKarena hidup adalah rasa yang tidak boleh diacuhkan  atau dihindari dan menjadi beku begitu saja. Terima kasih Ginan Koesmayadi. Senang membaca “Melampaui Mimpi”, setidaknya saya jadi tahu riwayat si pemilik kedua kaki yang gemilang itu.
* Dok Foto: Pribadi
Judul Buku          : Melampaui Mimpi
Penulis                : Ginan Koesmayadi dan Sundea
Editor                  : Alit Tisna Palupi
Proofreader        : Jumali Ariadinata & Ani Wahyuni Alaine
Penata letak       : Fajrin Salassa
Penyelaras tata letak : Gita Ramayudha
Desain Cover      : Panca DZ & Levina Lesmana
Penerbit              : GagasMedia
Cetakan              : Pertama, 2014

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s