Kecupan “Perempuan Lolipop”

laptop, Buku Lolipop, dan Jempol Saya

Tak ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat. Ketika berhadapan dengan jalan yang tampak tak berujung dan jembatan serupa yang membingungkan. Terus saja berjalan. Setiap belokan, setiap sudut, menghadirkan misteri tersendiri. Tersesat adalah anugerah, karena dirimu tak tahu apa yang menanti di balik tiap kelokan. Bukankah begitu dengan kehidupan, bahkan kematian sekalipun?

Petikan kalimat di atas merupakan pembukaan cerpen berjudul “Perempuan Lolipop”. Apabila ditarik secara garis besar, kalimat di atas adalah tema dari keseluruhan cerpen yang disuguhkan Buku Kumpulan Cerpen “Perempuan Lolipop”, karya Bamby Cahyadi.

Tidak disangkal, buku kumcer ini banyak menceritakan tentang kehidupan dan kematian. Toh, perjalanan manusia diawali dari mencium kehidupan hingga berakhir di kematian yang pasti. Tapi tunggu dulu, kehidupan dan kematian seperti apa yang ditonjolkan oleh Bamby Cahyadi di buku terbarunya ini?

Perjalanan. Hidup adalah perjalanan. Tidak perlu rumit mengkisahkan kehidupan setiap perjalanan manusia yang menjadi setiap tokoh di kumpulan cerpen ini, bahkan perjalanan dari Terminal Lebak Bulus menuju Pasar Baru – dari hal menemukan kantong kresek yang dianggap sampah oleh supir angkot – sampai menyajikan bagaimana sesak dan bau tak sedap berada di gerbong kereta, dibungkus secara rapi dan dihadiahi kejutan di akhir cerita.

“Teh Manis Hangat”, satu cerpen yang menceritakan seseorang lelaki biasa dengan jabatan rendah di Pemda. Menjalani hari dengan kegiatan rutin yang itu-itu saja dan suatu kali berharap mendapat Tip dari sang atasan yang sama sekali tidak pernah memberikan tip. Sedihnya, sampai sang atasan menembuskan nafas terakhir, ia tidak pernah mendapatkan tip yang diharapkan. Hal seperti ini banyak terjadi di kehidupan masyarakat kita. Kisah hidup yang biasa-biasa saja. Harapan yang biasa diharapkan oleh banyak orang. Namun, ciri khas penulis yang kerap memberikan kejutan istimewa di setiap ceritanya, membuat cerpen ini mengesankan. Kisah hidup yang biasa-biasa saja, suatu saat bisa menjadi kisah luar biasa yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Beralih ke imajinasi. Setiap penulis mempunyai imajinasinya sendiri. Sebelum buku kumcer ini lahir, penulis sering menampilkan cerita imajinasi miliknya di berbagai buku dan media. Sepertinya penulis gatal, jika tidak menyisipkan imajinasi ke dalam bukunya dengan cerita imajinasi yang utuh. Judul cerpen “Dunia Murakami” dibiarkan pembaca mempercayai, bahwa  hal yang tidak masuk akal itu adalah realita.

Buku Kumcer “Perempuan Lolipop” turut menghadirkan kisah kehidupan yang menggelitik. Penulis tetap menceritakan hal-hal yang biasa sering terjadi. Hal-hal yang suka membuat manusia terkecoh. Dan saya tertawa ngakak membaca akhir dari cerpen berjudul “Ketika Hujan Reda”. Saya pun yakin, di Antara pembaca pasti ada yang mengalami peristiwa seperti di cerpen ini. Peristiwa yang mengecohkan seperti apa? Anda bisa membacanya di buku ini.

Selanjutnya, mari bicara soal kematian. “Kematian tidak selalu menyeramkan,” kalimat yang saya tarik kesimpulannya setelah membaca beberapa cerpen di buku ini. Berbagai cara dan bagaimana manusia setelah berada di ‘dunia asing’ diracik begitu elok, menyentuh, bahkan ada yang parlente. “Parlente” karena gaya imajinasi Bamby Cahyadi memunculkan dua manusia, yang satu ingin hidup lama, yang satunya lagi ingin mati cepat dengan bunuh diri. Cerita pendek “Dua Rangkai Kisah Kematian” menerbitkan sebuah makna mengenai kehidupan, bahwa manusia tidak bisa menjadi “dalang” perjalanan kehidupannya dan terkadang, manusia bisa menjadi tokoh yang tidak pernah dimasukan ke dalam kisah “dalang”nya.

Buku kumcer “Perempuan Lolipop” terdiri dari 19 cerita pendek. Termasuk 2 cerita pendek kematian yang parlente – cerpen “Perempuan lollipop” merupakan kematian yang paling mengasyikkan. Sebagai manusia, saya dan Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam dunia setelah kehidupan. Namun, hal ini biarkanlah menjadi misteri, tidak perlu membuat kehidupan menjadi rumit, hanya karena mencari-cari jawabannya. Siapa tahu, kematian itu memang benar mengasyikan.

Masih banyak cerita pendek di buku ini yang bisa menghadirkan berbagai emosi dan membuka pikiran agar manusia tidak perlu repot memikirkan nasib atau takdirnya. Sebagai pembaca saya sangat menikmati setiap cerita tanpa ada jeda berhenti membaca. Saya tahu betul, sang penulis tak akan pernah lupa menyemburkan kejutan-kejutan di setiap tulisannya. Toh, kehidupan ini memang penuh dengan kejutan-kejutan, bukan?

Terima Kasih Mas Bamby Cahyadi atas 19 cerita pendeknya. Membaca mereka, pikiran-pikiran saya bagai dikecup silih berganti oleh mereka yang bersembilanbelas itu. Saya simpulkan,”Keberadaan kehidupan yang biasa-biasa saja adalah sebuah anugerah, karena sesuatu yang luar bisa berasal dari hal yang biasa. Dan jangan bicara soal kematian, sebabnya, manusia suka berbohong mengatakan ingin mati.”

Judul Buku      : Perempuan Lolipop

Penulis              : Bamby Cahyadi

Cover                : Shutterstock

Desain Cover : Suprianto

Layout isi         : Ayu Lestari

Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan            : Pertama, Febuary 2014

ISBN                 : 978 – 602-03-0259-1

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s